Minggu, 03 November 2013

Ramadhan Pohan: Golkar Partai Penguasa


Jakarta, Seruu.com - Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat Ramadhan Pohan mengakui partainya pemenang pemilu selama dua periode juga telah mengantarkan Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menjabat sebagai presiden ke 6 RI selama dua periode.


Namun begitu, dirinya juga mengakui bahwa sebenarnya partai yang berkuasa di negeri ini dari seluruh aspek pemerintahan bukanlah Demokrat, melainkan Partai Golkar yang sebelumnya sudah teruji menjadi partai penguasa orde baru selama 32 tahun pada masa presiden ke 2 RI yakni Soeharto.'Para anggota DPR mengakui, Demokrat itu partai penguasa karena presidennya dua periode dari PD, tapi partai berkuasa tidak. Siapa yang berkuasa adalah Golkar,' kata Ramadhan Pohan di Galeri Cafe, Cikini, Jakarta Pusat, Jumat (1/11/2013).Wakil Ketua Komisi I DPR ini menambahkan, tidak seluruh anggota DPR setuju bahwa partai berkuasa dari 9 fraksi di DPR setuju Partai Golkar sebagai partai berkuasa saat ini. Pasalnya, saat ini rezim orde baru sudah runtuh dan sudah berganti dengan zaman reformasi yang tidak dapat dikatakan terdapat satu partai yang berkuasa.'Itu kata anggota-anggota DPR. Tapi kami di komisi I DPR tidak setuju dengan itu (Golkar partai berkuasa),' tegas Ramadhan Pohan. [wishnu]


Sabtu, 02 November 2013

Diperiksa KPK, Ramadhan Klaim Tak Ada Politik Uang di Kongres ...

Berita-Seputar-Ramadhan.BlogSpot.comDiperiksa KPK, Ramadhan Klaim Tak Ada Politik Uang di Kongres ...Berita-Seputar-Ramadhan.BlogSpot.comJAKARTA, Berita-Seputar-Ramadhan.BlogSpot.com - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Ramadhan Pohan yang juga Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat mengaku dicecar penyidik KPK terkait dugaan adanya politik uang pada Kongres Partai Demokrat 2010 di Bandung.

Kamis, 31 Oktober 2013

Aulia Ramadhan dan Kevita Deliza Sumbang Medali Emas Bagi ...



Berita-Seputar-Ramadhan.BlogSpot.com, NUSA DUA - Pasangan Taekwondoin Indonesia yang bertanding di nomor Freestyle atau berpasangan, Aulia Ramadhan dan Kevita Deliza, diluar dugaan sukses menyumbangkan medali emas bagi kontingen Indonesia di hari pertama Kejuaraan Dunia Poomsae Ke-8 yang berlangsung di Bali International Convention Center (BICC), Nusa Dua, Bali, Kamis (31/10/2013) malam.


Di partai puncak yang berlangsung setelah upacara pembukaan resmi Kejuaraan Dunia Poomsae oleh presiden Badan Taekwondo Dunia (WTF) di sela-sela kejuaraan, pasangan muda itu sukses mengungguli 7 pasangan lainnya dengan skor 8.08. Medali perak diraih pasangan Kanada dengan skor 7,68.


Medali emas itu merupakan medali satu-satunya yang didapat oleh Indonesia di hari pertama Kejuaraan Dunia Poomsae. Taekwondoin Indonesia sebelumnya berkesempatan mendapat medali dari Irsyad Abdul Azis di nomor individual Putra U-17, namun, ia hanya mampu berada pada peringkat ke-7 dari 8 kontestan final.


'Buat kami ini luar biasa sekali padahal sebelumnya Vietnam berhasil meraih point tertinggi, tapi di final di salip oleh pasangan kita,' ujar manajer tim taekwondo Indonesia Laras Sumarna.


Disisi lain nomor ini sebetulnya tidak ditargetkan.


''Mereka memang luar biasa.Apalagi nilai yang diraihnya nyaris sempurna,' tuturnya. (tb)



Penyerang Muslim Inter Utamakan Ramadhan Ketimbang Bermain


Berita-Seputar-Ramadhan.BlogSpot.com, MILAN -- Penyerang Inter Milan, Ishak Belfodil ternyata termasuk seorang Muslim yang taat. Ia mengaku lebih mengutamakan menjalankan ibadah Ramadhan daripada terus bermain di bulan suci tersebut.'Ramadhan? Itu lebih berarti daripada sepak bola,' katanya kepada Tuttosport menjelang laga Inter melawan AS Roma yang berkesudahan 0-2 itu.Mantan pemain timnas Prancis U-20 itu memiliki kebiasaan unik selama merumput di Italia. Sejak memperkuat Parma, Belfodil mengaku tidak bisa hidup tanpa makan pizza.'Saya tidak lagi makan terlalu banyak, tapi saya makan pizza sekali atau dua kali dalam satu pekan. Jika kamu tinggal di Italia, bagaimana kamu mengatur tanpa makan pizza dan pasta?'


Senin, 28 Oktober 2013

Ramadhan Dicecar Politik Uang Kongres Demokrat

Jum'at, 25 Oktober 2013 | 19:18 WIB



Ramadhan Pohan. TEMPO/Subekti


Berita-Seputar-Ramadhan.BlogSpot.com, Jakarta - Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Ramadhan Pohan dicecar penyidik ihwal politik uang dalam Kongres Demokrat di Bandung pada 2010 lalu. 'Saya menjawab tidak mengetahui hal tersebut,' ujar Ramadhan seusai diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi, Jumat, 25 Oktober 2013. Ramadhan mengatakan dirinya selaku juru bicara Andi Alifian Mallarangeng, salah satu kandidat Ketua Demokrat saat itu, tidak pernah mendengar ada politik uang dalam kubunya. Dia juga mengklaim tidak ada politik uang saat lobi-lobi putaran kedua pemilihan dalam Kongres. Saat itu kubu Andi Alifian merapatkan suaranya ke Marzuki Alie, kandidat lainnya. 'Tak ada kami gunakan politik uang,' katanya. Dalam pemeriksaan, penyidik juga menanyai Ramadhan ihwal kondisi putaran kedua kongres tersebut.Lantas bagaimana dengan kubu Anas Urbaningrum yang akhirnya memenangkan kursi Ketua Umum Demokrat? Ia juga menegaskan tak mendengar apapun ihwal politik uang tersebut. Apalagi dirinya tidak pernah bersentuhan langsung dengan Anas maupun timnya. 'Saya hanya bertemu Anas di dalam acara kongres,' ujar dia. (Baca: Ada suap di Kongres Demokrat)Ramadhan diperiksa sebagai saksi untuk Anas. Mantan Ketua Umum Demokrat itu kini tersangka suap proyek gedung olahraga di Bukit Hambalang, Sentul, Bogor. Ia diduga menerima mobil dan sejumlah uang lantaran ikut mendorong PT Adhi Karya memenangkan tender megaproyek tersebut. Duit yang diterima mantan Ketua Himpunan Mahasiswa Islam itu diduga digunakan untuk mendulang dukungan dalam kongres.TRI SUHARMAN


Pengacara Tak Tahu Suami Airin Punya Wanita Lain Menteri Gamawan: FPI Aset yang Perlu Dipelihara Soal Kasus Wawan, Adnan Buyung Mau Gugat KPKTren Korupsi Banten, Temuan BPK: Main Proyek NyawaIni Orang PKS yang Minta Mobil Luthfi Dipindahkan